Perhatikan, Ini Beda Krisis Redovisning Sekarang Dari Tahun

ekonomi sekarang

Pengalaman saya, untuk krisis ekonomi yang tiga tersebut, penyebabnya adalah krisis keuangan, ” ujar Budi dalam acara webinar Forum Merdeka Barat 9 Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan tema ‘Bantuan UMKM, Efektifkah? Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng Soekowardojo mengatakan faktor dari pembentuk tingkat pesimistis masyarakat itu, disebabkan karena rendahnya persepsi konsumen terhadap kondisi perekonomian saat ini. Tingkat pesimistis konsumen terhadap kondisi perekonomian saat ini, juga terlihat dari perlambatan penyaluran kredit perbankan.

Untuk krisis 2020 yang dialaminya sekarang, dirasa sangat berbeda dari krisis sebelumnya. Menurutnya, krisis yang ditimbulkan saat ini akibat dari krisis kesehatan yang mewabah hampir di seluruh negara. Budi merinci pada krisis ekonomi tahun 1998 penyebab Indonesia mengalami resesi dikarenakan utang luar negeri yang terlalu besar. “Saat krisis ekonomi tahun 1998 krisis, ekonomi tahun 2008 dan krisis ekonomi tahun 2013.

Banyak perusahaan mengalami kebangkrutan karena nilai utangnya membengkak. Selain melakukan pemulihan melalui jalur kebijakan, pihak pemerintah juga bisa memberikan bantuan terhadap masyarakat. “Kemudian bisa dengan stimulasi daya beli masyarakat, yang tidak hanya bertumpu pada bansos. Mendorong berkembangnya sektor ekonomi potensial daerah sebagai sumber pertumbuhan baru yang disesuaikan dengan karakteristik daerah. Konsekuensinya, Anies mengungkapkan, keputusan relokasi anggaran harus diambil, karena dalam kondisi pendapatan yang berkurang separuh, maka harus dilakukan relokasi, pengurangan anggaran di berbagai sektor belanja langsung dan belanja tidak langsung. “Belum pernah di dalam sejarah Pemprov DKI Jakarta, kita mengalami penurunan pendapatan sebesar ini, yaitu lebih dari Rp40 triliun, ” ujarnya. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menjabarkan, pendapatan pajak Jakarta turun dari Rp50, 17 triliun menjadi Rp22, 5 triliun, tinggal 45 persen.

Transformasi ekonomi merupakan prasyarat dari peningkatan dan kesinambungan pertumbuhan serta penanggulangan kemiskinan, sekaligus pendukung bagi keberlanjutan pembangunan. Krisis ekonomi saat itu mengakibatkan banyak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja karyawan. Menurut data Bank Indonesia, jumlah pengangguran penuh dan pengangguran tidak penuh mencapai 13, 7 juta orang sepanjang 1998. Nilai tukar Rupiah yang merosot bahkan hingga 80% tersebut mengguncang korporasi yang memiliki pinjaman dalam mata uang dolar AS.

Menghadapi masalah ini, alangkah baiknya kalau yang diutamakan adalah tindakan yang persuasif terlebih dahulu. Kalau sudah tidak mempan, memang benar-benar keterlaluan dan tidak ada cara lain, barulah pendekatan hukum yang dilakukan. Mungkin saja sejumlah pejabat pemerintah tidak bisa menerima kata-kata yang keras dan kasar, karena merasa sudah berbuat dan berupaya dalam mengatasi krisis korona saat ini. Karena merasa dihina, beliau-beliau ingin mengganjar para “penghina” itu dengan penalti hukuman. Itulah sebabnya, saya ikuti pihak kepolisian secara proaktif juga ikut memberikan peringatan kepada masyarakat, bahwa siapapun yang melanggar akan dipidanakan.

Dengan cadangan devisa yang mencapai 4 kali lipat dari posisi 20 tahun lalu, Bank Indonesia selaku regulator memiliki keleluasan lebih untuk melakukan intervensi terhadap nilai tukar rupiah. Untuk menjaga nilai tukar rupiah tetap aman, BI sudah menggelontorkan dana sekitar Rp7, 1 triliun. Nah jika dikatakan kondisi rupiah saat ini lebih buruk dibandingkan saat krisis moneter, artinya depresiasi rupiah menembus angka 254% menjadi Rp47. 241 per dolar AS. “Alhamdulillah ini juga patut kita syukuri bahwa pertumbuhan ekonomi masih di atas 5%, 5, 02%. Patut kita syukuri, yang lain-lain bukan turun, anjlok, ” ujarnya di Istana Kepresidenan, Rabu (5/2/2020).

Anggaran Jakarta turun dari Rp87, 9 triliun menjadi Rp47, 2triliun, atau tinggal 53 persen. Dengan adanya lapangan pekerjaan dan karyawan yang bertambah disuatu perusahaan, maka terjadi peningkatan produksi yang bedampak menambah penghasilan suatu negara. Dengan adanya kebijakan seperti ini akan menguntungkan pemilik bisnis dalam mendapatkan investor untuk menambah modal perusahaan. Ketika infrastruktur pembangunan terus berlanjut, pengeluaran biaya mengenai infrastruktur juga terus meningkat. Sehingga, pemerintah memilih salah satu cara untuk meminjam kepada luar negri dalam memenuhi pembangunan suatu negara. Justru hal ini menambah rasio utang disuatu negara dan pendapatan dari pemungutan pajak menjadi tidak terpenuhi dalam menutupi hutang negara.

ekonomi sekarang

Pihak pemerintah pun sebenarnya juga mengalami tekanan-tekanan psikologis. Memang sering dibantah oleh mereka-mereka yang tengah berkuasa, dengan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Pemerintah takut kalau rakyatnya banyak yang kena korona dan meninggal.

Juga takut kalau kebijakannya disalahkan oleh rakyat, baik sekarang maupun di hari nanti. Kedua, saya perhatikan beberapa hari terakhir ini justru ada situasi yang tak sepatutnya terjadi. Kembali terjadi ketegangan antara elemen masyarakat dengan para pejabat pemerintah, bahkan disertai dengan ancaman untuk “mempolisikan” warga kita yang salah bicara. Khususnya yang dianggap melakukan penghinaan kepada Presiden dan para pejabat negara. Diperlukan upaya mengoptimalkan manfaat yang diperoleh dari pembangunan infrastruktur yang telah dan akan terus secara massif dilakukan pemerintahan saat ini, sambil memperkuat implementasi Kebijakan Pemerataan Ekonomi. Untuk memperkokoh hal tersebut menjadi nyatalah pentingnya transformasi ekonomi, untuk menjaga momentum positif guna dapat terus meningkatkan kemakmuran warga negara.